Curhat

Curhat ora penting (1)

I dont care lah mau bilang apa tentang aku. Bukan urusanku sih. Namanya hidup pasti ada enak gak enak, suka gak suka,dsb. Aku gak bisa maksain siapapun untuk sependapat denganku donk. Jadi kalau kamu gak setuju dengan aku, ya udah ora popo. Daripada kamu jd kepahitan gara2 kesel sm aku.

Orang bisa aja menilai dirimu dari masalalumu, tapi itu juga bukan urusanku utk membenarkan apapun. Kalau dulu aku pernah salah. Ya maap. Tp namanya manusia berlumur dosa, ya wajar banget to kalo sering salah. Manusia sangat bisa berbuat salah, baik disengaja atau pun tidak. Semua tindakan yg aku buat selalu ada resikonya. Dan kalau tau salah ya jangan diulang. Tidak baik menilai orang dr bagaimana dia yang dulu. Karena tidak semua orang akan diam di tempat. Ada yang mengusahakan diri jadi lebih baik adapula yang malah mundur.

Jangan juga menilai seseorang dari apa kata orang. Karena orang lain mungkin punya cara berpikir dan menilai yang berbeda dengan kamu. Bertemanlah dengan banyak orang tanpa pamrih. Jangan cuma kalau ada maunya baru baik. Ini permainan busuk.

Hati nurani yang “kotor”, suatu saat akan tercium juga “bau busuknya.”

Bertemanlah dengan tulus.

Bercerminlah dari teman yang kita temui. Ambil yg baiknya buang yg jeleknya. Semua orang pasti punya keinginan untuk jadi lebih baik. Baik menurut dia! Bukan kamu. Karena standart baik orang juga beda2. Dan kalau bisa, harus baik juga menurut moral umum. Dan berubah itu perlu waktu, perlu proses, gak bisa tiba2 mak cling jadi lemah lembut padahal sebelumnya mungkin suka marah.

Seberapa keras kamu bisa mengalahkan diri sendiri lah yg menetukan panjang pendeknya perubahan. Jd ga usah ngejudge org hanya krn cara pikirnya beda dgn kita. Ga suka ya gpp karena km ga harus selalu suka jg kan. Bijaksana lah membedakan mengkritik dan menghakimi. Walaupun sebenarnya keduanya adalah sama. Menghakimi, menjelek-jelekan, ngejudge, menurutku sama aja dengan kritik. Yang berbeda hanya cara menyampaikannya. Kalau disampaikan dengan kata-kata yang tidak baik jadi kesannya seperti menjelek-jelekan. Padahal ya sama aja, sama2 kritik. Ah sudah lah.. ini caraku menyampaikan uneg-uneg. Nulis aja lah, ketimbang mgoceh2 sendiri gak jelas. Curhatan tidak penting ini dipersembahkan karena abis liat postingan temen yang suka jelekin temennya di medsos. Ya males aja, gak suka sama orang ga usah diumbar di medsos lah. Semoga Tuhan membuka mata hati, mata jasmani kita untuk menilai apapun dari kacamata yang positif. Dan ra usah ngerasani uwong! Doso! Ngerti po ra? Padahal aku dewe lagi ngerasani uwong kui. Hahah.. sungguh ora penting. Menyesal lah wahai kalian yg baca ini. 🤣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *