Family, Parenting

Sekolah TK di Jepang

Aku belum pernah cerita ya tentang sekolah TK di Jepang. Pas kebetulan kemarin ada temen yang WA dan tanya-tanya tentang sistem belajar di TK Jepang. Aku nggak tau ya TK lain bagaimana, yang aku mau share ya tentang TKnya kiyomi dulu. Tk di Jepang itu ada 3 tahun, yaitu TK kecil, sedang dan besar.

Kiyomi mulai masuk Tk tahun 2017 bulan April. Anak-anak di Jepang ajaran barunya dimulai bulan april. Dan semua murid harus cukup umur.

Misal begini, anak TK kecil harus anak yang usianya 3 tahun ke atas. Nah, kiyomi lahir tahun 2013 bulan Oktober. Jadi usia kiyomi waktu masuk Tk adalah 3tahun 6 bulan. Boleh banget masuk Tk angkatan 2017.

Sedangkan ada nih anak yang lahirnya 2014 bulan April tanggal 2 . Harusnya bulan April 2017 dia udah 3 tahun dong? Iya 3 tahun, tapi kurang 2 hari. Kok gitu? Kalau dia lahir bulan Maret tgl 30, dia selamat. Bisa masuk sekolah yang angkatan 2017. Terus gimana tuh nasib anak tsb? Dia akan masuk TK kecil yang angkatan tahun depan, yaitu 2018. Kasian nunggu lama. Yang kasian mamaknya, anaknya gak sekolah-sekolah, selak bosen. hahah. (Itu kalo mamaknya malas kaya aku ya) Dan paling gede sendiri di kelas. Ya nggak apa-apa juga sih. Sama sekali tidak ada masalah. Banyak kasus yang kaya gini juga kok. Masak bisa kita suruh anaknya lahir jangan bulan april. Kecuali bisa request mau operasi cesar. Sayangnya Jepang tidak mengijinkan cesar kecuali memang terbukti secara medis berbahaya jika lahiran normal.

Baiklah. Kita lanjut. Kemudian apa alasan saya memasukan kiyomi ke TK tsb?

Kenapa ya? Awalnya sih pengen masukin ke Tk yang dekat rumah, ternyata yang angkatan 2017 sudah full. Tidak bisa masuk. Terus saya coba googling tempat lain dan ketemulah yang agak dekat rumah lagi, ada bis sekolahnya juga, tapi seminggu sekali harus bawa bento sendiri, mamak malas ini gak mau repot, kalau bisa yang tidak usah bawa bento. Akhirnya nanya ketemen, “mau sekolahin anaknya kemana?” Dan dia bilang ke Tk ini, akhirnya aku googling dan ternyata tidak perlu bawa bento selama 5 hari full. Wah 1 sudah lega, ada bis juga, uang sekolah juga rata-rata hampir sama dengan yang lain. Dan akhirnya 2016 bulan Agustus daftar dan keterima. Syukurlah.

Setiap sekolah pasti punya visi dan misi masing-masing. Kalau sekolah kiyomi ini visi dan misinya adalah membentuk anak memiliki kepercayaan diri tinggi, mengajari anak disiplin dan mandiri. Mungkin hampir semua punya tujuan yang sama, ingin anak muridnya bisa disiplin dan mandiri. Tapi sekolah kiyomi ini dari mulai anak masuk sekolah, yang masih belum bisa apa-apa, diajarin terus selama seminggu untuk bisa membereskan semua barangnya sendiri secara cepat. Lambat di tinggal. Kalau pagi datang kesekolah pertama-tama copot sepatu, ganti dengan sepatu dalam kelas. Masukan sepatu luar ke tempat yang sesuai nama.

Kemudian masuk kelas, buka tas masukan topi karena tidak dipakai di dalam kelas, ambil minum dan gantung minuman di rak tempat minum, ambil buku absen, tempel sendiri dengan sticker hari ini tgl sekian masuk sekolah. Kemudian siap-siap mulai kelas. Kalau pulang juga gitu, semuanya harus di cek sendiri, bereskan sendiri.

Foto di atas adalah gantungan baju2 gantinya anak-anak2.

Di sekolah anak2 belajar apa? Anak Tk di Jepang tidak dipaksa untuk segera bisa baca tulis. Mereka baru mulai mengenalkan hiragana mulai kelas TK sedang semester kedua. Tapi sudah banyak yang bisa baca sih, diajarin sendiri dari rumah. Kiyomi aku ajarin sendiri. Walaupun di sekolah dia belum belajar, tapi dia sudah bisa baca. Nulisnya masih belum bisa tapinya. Ya nggak papa, nanti pelan-pelan juga bisa.

Di sekolah ada pelajaran bahasa inggris seminggu sekali, yang mengajar native speaker dari Inggris. Ada bermain musik, gerak dan tari, olah raga, menggambar, membuat prakarya dengan cat air, malam, kertas,dll. Ada kegiatan bercocok tanam dan memanen juga, ada jalan-jalan ke taman, lomba lari, kemudian setahun sekali ada konser musik yang main musik dan nyanyi ya anak-anak Tk, summer fest, bazar,dll. Banyak kegiatan yg seru dan gemesin sih. Hehe.

Di sekolah diwajibkan untuk selalu mengucapkan salam “selamat pagi, siang, sampai jumpa, selamat makan, terima kasih.” Dan kalau melakukan kesalahan harus bilang “maaf.”

Tenang sih menyekolahkan anak kita di tempat yang jelas visi misinya, metode belajarnya, dan kualitas guru-gurunya. Kenapa aku bisa bilang gurunga bagus? Buktinya kiyomi makin hari makin disiplin, mandiri dan PD. Berani tampil nggak kaya aku kecil dulu, cemen. Hehe. Gurunya itu baik tapi tegas. Kalau salah ya dimarahin, kalau ada sesuatu yg baik ya harus dipuji, sekalipun itu hal yang kecil. Dan juga setiap 3 bulan sekali ada pertemuan dengan ortu murid satu2. Kita bebas mau bicara apa dan senseinya menceritakan Kiyomi gimana, gitu sih. Kata sensei, sejauh ini Kiyomi baik. Bahasa Jepangnya sama dengan yang lain, dia bisa cepat tanggap. Cuma makannya masih susah, Kiyomi too picky. Sayur nggak mau, lauk juga nggak semua mau, maunya nasinya saja. Aku sih sebagai mama nggak mau ambil pusing lah, nggak mau makan ya wes, mau gimana lagi, sampe rumah kasih makan yang banyak, gitu aja deh daripada setres mikirin anak nggak mau makan. Hehe.

Siapa yang anaknya masih susah makan dari bayi????? Sini tos dulu! Hehe.

Dan foto di atas adalah foto makan siang bersama suasana piknik. Pake gelar tiker, nggak di meja. Hehe.

1 thought on “Sekolah TK di Jepang

  1. Aku!! Bre juga makannya susah Mel..ini sekarang sudah kelas 2 SD, masih picky eater. Hehehe tapi ya sudahlah yaa nanti pada saatnya dia akan makan macem-macem dengan sendirinya. Yang penting punya pengalaman makan yang menyenangkan. Dulu aku pernah menjadi Ibu yang galak dan memaksakan anak makan seperti yang aku inginkan. Tapi lalu bertobat. Belajar mengalah hahahhaa..semangat yo Melll…i feel you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *