Health

Laser tanda lahir (2)

Akhir-akhir ini banyak followers baru di IG yang kebanyakan menanyakan perkembangannya ken chan pasca laser tanda lahir. Tidak kusangka ternyata responnya positif. Bersyukur ceritaku tentang laser di blog bisa berguna.

Bulan ini adalah bulan ke 6 pasca laser dibulan maret 2018 lalu. Dan kami belom konsul lagi ke RS. Jadwalnya mungkin akhir bulan ini ke RS. Sejauh ini sudah 6 bulan tidak ada perubahan yang terlalu berarti. Hidung ken habis dilaser penampakannya jadi begini.

Tidak rata seperti kulit aslinya. Jadi masih terlihat sekali daging barunya. Warnanya memang tidak hitam seperti sebelumnya. Memang kata dokter, ini sangat butuh waktu untuk kembali seperti kulit semula. Dan bukan tidak mungkin si tanda lahir ( tembong/ nevus) bisa keluar lagi. “Karena apa? “. Ya karena tanda lahir itu banyak sekali jenisnya. Ada tanda lahir yang kecoklatan tapi mengecil, warna kemerahan, ada yang besar tapi tumbuhnya di permukaan kulit, ada yang tidak berkembang, ada yang berkembang, ada yang malah menipis dan lama-lama hilang, dll. Sedangkan kasusnya ken ini, tanda lahirnya tumbuh dari dalam kulit, bertambah hitam, membesar dan berbulu. Namanya nevus ito kalau tidak salah. Memang bulunya tipis sekali tidak kelihatan. Tapi lama-kelamaan bisa bertambah tebal mengikuti ukuran nevusnya. Saya masih belom tau setelah ini harus gimana. Karena memang belum ketemu dokter lagi. Apa perlu dilakukan laser kedua atau operasi atau mungkin ada pengobatan jenis lain lagi. Masih belum tau.

Nah beberapa hari yang lalu saya iseng buka-buka di Instagram dengan hashtag #tandalahir dan saya menemukan banyak salon kecantikan di Indonesia yang sepertinya berhasil menyembuhkan pasien-pasien dengan keluhan tanda lahir dengan kondisi yang berbeda-beda. Dan kalau dilihat dari proses pengobatannya, alat lasernya lebih canggih juga sih sepertinya.

Sekarang saya hanya sedang berpikir untuk mulai mempersiapkan langkah selanjutnya jika misalnya pada akhirnya dokter sini menyarankan untuk laser lagi atau operasi bedah. Karena sesungguhnya saya kurang setuju kalau ini diopersi. Kenapa? Karena kemungkinan besar bekas lukanya akan tertinggal. Karena kan harus dipotong, kemudian harus menggeser kulit sebelahnya untuk dijahit kan. Dan lagi harus bius total dan saya kok serem bayanginnya. Apalagi harus opname segala ya, hmmm kalau bisa sih yang gak opname gitu maunya. Ya kalau bisa. Tapi kalau ada kemungkinan bahwa operasi lah opsi terakhir dan terbaik supaya tidak tumbuh-tumbuh lagi. Ya apa boleh buat. Mungkin mau juga. Terus bagaimana dengan laser lagi seperti yang pertama kemarin? Lagi-lagi alasannya karena saya takut megangin ken waktu dia dibius suntik, jarumnya besar sekali, dan disuntik hidungnya 3 kali. Masih agak trauma sama kejadian itu. Masih inget rasanya, kaki lemas tidak tahan dengar jeritan anaknya. Duh… ampun deh ya. Bukan menakut-nakuti, saya memang anaknya cemen sama suntikan. Seandainya ada pengobatan yang tidak menyakiti si anak, saya punya keinginan untuk coba yang itu dulu.

Jadi, gara-gara liat instagram yang salon kecantikan itu, saya kok jadi kepengen kesalon yang di Indonesia itu. Alatnya kayanya keren ntah itu laser jenis apa saya kurang tau. Katanya tidak ada bekas luka sama sekali dan tidak sakit. Nevus kaya ken itu bisa hilang juga. Harusnya di Jepang ada ya alat semacam itu, tapi di mana ya. Pelan-pelan deh cari info tentang ini juga.

Semoga sharing ini bermanfaat ya. Saya akan update lagi nanti kalau sudah konsultasi. Karena memang ini tanda lahirnya kelihatannya memang tumbuh lagi. Bagi yang punya anak dengan kasus mirip seperti ken. Saya sarankan segera konsultasi ke dokter. Kalau memang harus ditangani lebih cepat itu lebih baik. Karena kalau sudah terlanjur membesar selain biayanya akan tambah besar, luka laser/operasinya juga tambah lebar. Kalau di Jepang, saya bukan konsultasi ke dokter spesialis kulit. Tapi ke spesialis plastic surgery. Kurang tau juga kenapa tidak ke spesialis kulit. Soalnya langsung sama RSnya disuruh ke bagian plastic surgery.

Terimakasih yang sudah membaca. Kritik dan saran sangat diperlukan. Bilang ke saya ya kalau harusnya menulisnya begini, begitu, kurang ini, kurang itu, tanda baca kurang,dll.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *